• Prediksi Bola Liga Champions 13 Februari 2019 
    Ajangbola - Prediksi Bola Liga Champions 13 Februari 2019, Preview Pertandingan terkini, Tebak Skor, Bursa Pur Puran Terbaru, Prediksi bola serta jadwal pertandingan bola terbaru Hari ini.

    Prediksi AS Roma vs FC Porto Terbaru

    Preview pertandingan sepak bola terkini ajang UEFA Champions League (UCL) antara AS Roma vs FC Porto yang akan dilaksanakan di Stadio Olimpico, jadwal siaran langsung bola kick-off laga kedua tim pada 12 Februari 2019 pukul 03:00 WIB, Live.

    Tinjauan prediksi Roma vs FC Porto, pertandingan babak 16 besar liga Champions Eropa malam ini. 

    Prediksi Manchester United vs PSG Terbaru
     
    Preview pertandingan sepak bola terkini ajang UEFA Champions League (UCL) antara Manchester United vs Paris Saint Germain yang akan dilaksanakan di Old Trafford, jadwal siaran langsung bola kick-off laga kedua tim pada 12 Februari 2019 pukul 03:00 WIB, Live.

    Tinjauan prediksi Manchester United vs PSG, laga big match tengah pekan dalam pertandingan lanjutan babak 16 liga Champions Eropa malam ini.

    Demikian Jadwal prediksi bola Liga Italia malam ini, dan nantikan berita bola selanjutnya


    your comment
  • Lionel Messi


    Media asal Prancis, L'Equipe, merilis daftar pemain sepak bola dengan gaji tertinggi sebelum dipotong pajak. Dalam daftar tersebut bintang Barcelona Lionel Messi menempati posisi tertinggi, dengan pendapat hampir dua kali lipat dibanding Cristiano Ronaldo.

    Rilis L'Equipe itu hanya memasukkan gaji pemain dan tak menyertakan pendapatan dari hak citra diri dan sponsor lainnya. Dalam daftar itu Messi disebutkan mendapat 7,3 juta pound sterling per bulan atau senilai Rp 131,8 miliar. Sedangkan Ronaldo, andalan tim Liga Italia Serie A Juventus, menerima bayaran 4,1 juta pound (Rp 74 miliar) dan berada di posisi kedua daftar tersebut.

    Penyerang Atletico Madrid, Antoine Griezmann, berada di peringkat ketiga daftar tersebut dengan bayaran senilai 2,9 juta pound (Rp 52,3 miliar). Di antara deretan pemain yang masuk posisi 10 besar daftar itu antara lain Neymar, Luis Suarez, Gareth Bale, Philippe Coutinho, Alexis Sanchez, Kylian Mbappe, dan Mesut Oezil.

    Barcelona menyumbang tiga pemain dalam daftar 10 besar itu, disusul tim asal liga Prancis Paris Saint-Germain yang menempatkan dua pemain.

    Daftar pemain bergaji tertinggi:
    1. Lionel Messi (Barcelona/Argentina): 7,3 juta pound (Rp 131,8 miliar)
    2. Cristiano Ronaldo (Juventus/Portugal): 4,7 juta poun (Rp 74 miliar)
    3. Antoine Griezmann (Atletico Madrid/Perancis): 2,9 juta pound (Rp 52,3 miliar)
    4. Neymar (PSG/Brasil): 2,7 juta pound (Rp 48,7 miliar)
    5. Luis Suarez (Barcelona/Uruguay): 2,5 juta pound (Rp 45,1 miliar)
    6. Gareth Bale (Real Madrid/Wales): 2,2 juta pound (Rp 39,7 miliar)
    7. Philippe Coutinho (Barcelona/Brasil): 2 juta pound (Rp 36,1 miliar)
    8. Alexis Sanchez (Manchester United/Cile): 2 juta pound (Rp 36,1 miliar)
    9. Kylian Mbappe (PSG/Perancis): 1,5 juta pound (Rp 27 miliar)
    10. esut Oezil (Arsenal/Jerman): 1,4 juta pound (Rp 25,2 miliar).


    your comment
  • Laga Uji Coba Arema FC vs Timnas U-22 Berakhir Imbang 1-1


    Hasil skor akhir pertandingan uji coba antara Arema FC vs Timnas U-22 yang dihelat di Stadion Kanjuruhan, Malang pada Minggu (10/2/2019) berakhir dengan skor 1-1. Skuat asuhan Indra Sjafri unggul terlebih dahulu melalui Hanif Sjahbandi sebelum akhirnya disamakan oleh Robert Lima di pengujung laga.

    Dalam rangkaian persiapan Piala AFF U22, Timnas Indonesia kembali melakukan uji tanding, kali melawan Arema, Minggu (10/02/2019). Pada laga yang digelara diStadion Kanjuruhan Malang ini, Kedua tim mengakhiri laga dengan skor 1-1. Ini merupakan hasil imbang kedua, setelah sebelumnya juga ditahan Bhayangkara dengan skor 2-2.


    Pada babak pertama, Arema FC mengambil inisiatif serangan terlebih dahulu. Beberapa peluang berhasil didapat. Peluang pertama Singo sedan diperoelh melalui Makan Konate. Namun lini belakang Timnas masih sigap menjaga lini pertahanannya. Tak mau tinggal diam, sesekali timnas merha putih melalui kecepatan pemainnya mampu merepotkan lini belakang tuan rumah. Salah satunya melalui kaki Billy Keraf yang masih belum menemui sasaran.

    Arema FC kembali mendapatkan peluang utuk unggul menit 13. Namun sayang usaha dari Alfarisi gagal membuahkan gol setelah diselamatkan mistar gawang. Lagi-lagi pemain tuan rumah mendapatkan peluang emas. Namun penampilan gemilang dari Satria Tama mampu menjaga menyalamatkan gawang timnas. Peluang dari Dedik dan konate pun masih gagal merubah skor. Hingga babak pertama usia kedua tim tidak ada yang mampu mencetak gol.
    Babak Kedua

    Di babak kedua, Arema kembali menguasai jalannya laga. Peluang emas lahir di menit 69. Sayangnya gol dari Hamka Hamzah dianulir oleh wasit, karena menilai pemain timnas senior ini,terlebih dahulu melakukan pelanggaran sebelum mengeksekusi bola.Timnas U-22 memberikan ancamannya melalui pemain pengganti, M. Rafli. Namun tendangannya mampu digagalkan oleh Kiper Arema.

    Tim Garuda menit 72 akhirnya mampu memecahkan kebuntuan. Gelandang Hanif Sjahbandi melalui tendangan dari luar kotak penalti, membawa timnas Ungguld dengan skor 1-0.Setelah gol ini, kendali permainan dimiliki oleh tim garuda. Namun sayangnya keunggulan ini tidak mampu dijaga sammpai peluit penjang berbunyi. Gol dari Robert Lima membawa Arema menyamakan skor 1-1. Gol ini menjadi penutup laga.


    your comment
  • Ole Gunnar Solskjaer dan Faktor Pengalaman di Liga Champions


    Satu hal yang cenderung diabaikan dari sosok manajer sementara Ole Gunnar Solskjaer pada partai Manchester United menjamu Paris Saint-Germain (PSG) di Stadion Old Trafford, Rabu dinihari, 13 Februari 2019, dalam pertemuan pertama 16 besar Liga Champions, adalah faktor pengalaman.

    Meski sudah mencatat prestasi fantastis dalam debutnya sebagai manajer caretaker Setan Merah, yaitu 11 kali beruntun tak terkalahkan, Solskjaer masih suka dipandang sebelah mata sebagian orang, termasuk dari dalam tubuh Red Devils sendiri. 

    Kabar yang sudah lama beredar bahwa Solskjaer akan diangkat “menjadi pegawai tetap” di United jika meloloskan Setan Merah dari hadangan PSG dalam dua kali pertemuan nanti adalah contoh jelas bagaimana prestasi istimewa dari mantan pemain United berjuluk Baby Assasin dipandang sebelah mata.

    Hal itu sekaligus menyiratkan adanya kesangsian terhadap kemampuan anak didik Alex Ferguson ini dalam menangani tim di kejuaran utama antarklub Eropa.

    Soal keunggulan kepelatihannya bisa diperdebatkan, tapi ada hal lain yang kali ini bisa menjadi kunci, yaitu pengalaman panjang Solskjaer sebagai pemain di Liga Champions.

    Untuk tingkat manajer tim -dengan sejumlah pelatih di bawah naungannya-, faktor karisma dan pendekatan psikologis kepada para pemain, karena juga pernah merasakan “berdarah-darah” di lapangan bisa menjadi sangat strategis dan mengatasi persoalan teknis, terutama buat tim-tim yang sudah mencapai standar kualitas tinggi.

    Lihat bagaimana Zinedine Zidane seperti tiba-tiba naik ketika menjadi manajer Real Madrid. Zidane pun diragukan dan prestasinya di liga domestik tak terlalu menjulang. Tapi, pada saat-saat yang tepat, Zidane mampu mendorong Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan memenangi Liga Champions tiga kali beruntun.

    Buat Ronaldo cs dengan teknik yang sudah di atas rata-rata itu yang dibutuhkan adalah figur yang disegani sekaligus memberi inspirasi di kamar ganti. Dan, siapa tak tahu prestasi Zidane yang hebat sebagai pemain di Real Madrid maupun Prancis.

    Dan, Solskjaer adalah masuk dari barisan terakhir anak-anak emas Alex Ferguson yang bisa membawa Manchester United meraih treble di tiga kejuaraan bergengsi, yaitu Liga Primer Inggris, Piala FA, dan Liga Champions 1998-99. Adalah Solskjaer David Beckham, dan kawan-kawan terakhir kali yang bisa membawa Manchester United memenangi Liga Champions. Dan, itu berkat gol Solskjaer pada injury time menit 90+2.  

    Solskjaer memang menyayangkan bintang PSG seperti Neymar –dan kemungkinan besar Edison Cavani- harus absen.

    Berita Bola, Solskjaer teringat bagaimana euforia publik Old Traffor melihat Ronaldo, Raul, Luis Figo, dan Zinedine Zidane dari Real Madrid pada perempat final Liga Champions 2003.

    “Saya bermain beberapa kali ketika kami melawan Real Madrid, dan  Ronaldo, Figo, dan kawan-kawan tiba di Trafford. Kehadiran mereka memberikan tambahan motivasi untuk melawan,” kata Solskjaer kepada London Evening News.

    Tapi, apakah seandainya Neymar dan Cavani main atau tidak, kekuatan Manchester United sekarang sudah begitu besar karena ada Ole Gunnar Solskjaer. Dialah yang membuat pemain seperti Anthony Martial dan Paul Pogba mencapai bentuk permainan terbaiknya ketika mengalahkan Fulham 3-0, pekan lalu.

    “Kita sebaiknya tidak meremehkan kualitas Liga Prancis. Mereka (PSG) akan siap,” kata Solskjaer. Tanda kehati-hatian dan juga kematangan. Ia siap membawa Manchester United meraih era baru setelah 1998-99.

    Baca: Prediksi score bola hari ini


    your comment
  • Manajer sementara, Manchester United Ole Gunnar Solskjaer sukses menerima penghargaan sebagai manajer terbaik Liga Inggris Premier League untuk edisi bulan Januari 2019.

    Selama periode bulan Januari kemarin, Solskjaer telah membawa Setan Merah meraih tiga kemenangan dan satu imbang dalam empat pertandingan Liga Premier 2018/2019.

    Secara keseluruhan, pelatih berkebangsaan Norwegia berusia 45 tahun itu telah berhasil membawa Man United meraih sembilan kemenangan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi sejak ditunjuk sebagai arsitek klub pada akhir Desember 2018.

    Menurut laporan dari situs resmi Premier League, Jumat (8/2/2019) malam WIB, Solskjaer dipilih sebagai manajer terbaik Liga Inggris edisi Januari 2019, dengan mengalahkan kandidat lain seperti manajer Burnley, Sean Dyche serta Ralph Hasenhuttl (Southampton).

    Yang menarik, ini merupakan penghargaan Manager of the Month pertama yang berhasil diraih manajer Man United setelah hampir tujuh tahun!

    Sebelum Solskjaer, Sir Alex Ferguson menjadi sosok terakhir yang meraih penghargaan bergengsi ini, yaitu pada Oktober 2012. Sementara tiga manajer Man United pasca Sir Alex, yakni David Moyes, Louis van Gaal dan Jose Mourinho semuanya gagal menyabet penghargaan Manager of the Month selama rezim mereka di Old Trafford.

    Terkait apresiasi ini, Solskjaer pun melontarkan rasa terima kasihnya kepada para pemain dan stafnya di Man United.

    “Penghargaan ini bukan hanya buat saya pribadi. Ini berarti kami, staf dan para pemain, merupakan kelompok terbaik di bulan Januari (2019),” ucap Solskjaer di laman resmi Premier League.

    Tak hanya pelatih, pemain Man United juga menyabet penghargaan Player of the Month Liga Inggris untuk edisi Januari 2019. Dia adalah Marcus Rashford , yang memang tampil apik sepanjang bulan lalu di kancah ilga domestik.

    Penyerang berusia 21 tahun itu sukses mencetak tiga gol plus satu assist untuk Man United dari empat pertandingan Liga Inggris 2018/2019, pada periode Januari 2019.


    your comment